Langsung ke konten utama

Lafal Niat Shalat Sunnah Tawaf

Lafal Niat Shalat Sunnah Tawaf - Kajian Islam
Lafal Niat Shalat Sunnah Tawaf

Shalat sunnah tawaf biasa disebut juga dua rakaat tawaf. Shalat wajib dan shalat rawatibnya sudah memadai untuk menggantikan shalat sunnah dua rakaat tawaf. Tetapi jamaah haji atau umrah tetap dianjurkan untuk melakukan shalat sunnah dua rakaat tawaf sebagaimana saran Imam An-Nawawi.

Adapun berikut ini adalah lafal niat shalat sunnah dua rakaat tawaf:

أُصَلِّيْ سُنَّةً الطَّوَافِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً للهِ تَعَالَى

Ushallî sunnatat thawāf rak‘ataini mustaqbilal qiblati, adā’an lillâhi ta‘âlâ

Artinya, “Aku menyengaja shalat sunnah tawaf dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai karena Allah ta‘ala.”

Shalat dua rakaat tawaf termasuk salah satu shalat sunnah yang mengandung keutamaan.

وحاصل التفضيل أن تقول أفضل النفل صلاة عيد الأضحى، ثم الفطر، ثم كسوف الشمس، ثم خسوف القمر، ثم ركعتا الفجر ثم الاستسقاء، ثم الوتر، ثم بقية الرواتب المؤكدة، ثم الرواتب غير المؤكدة، ثم التراويح، ثم الضحا، ثم ركعتا الطواف ثم التحية ثم الإحرام وقيل الثلاثة سواء وهو المعتمد ثم سنة الوضوء ثم النفل المطلق في الليل ثم في النهار

Artinya, “Simpulan keutamaan shalat sunnah secara urut dari yang teratas ke bawah menempatkan shalat Idul Adha, shalat Idul Fitri, shalat gerhana matahari, shalat gerhana bulan, shalat sunnah fajar, shalat istisqa, shalat witir, shalat rawatib muakkad, shalat rawatib ghairu muakkad, shalat tarawih, shalat dhuha, shalat dua rakaat tawaf, shalat tahiyyatul masjid, shalat sunnah ihram–sebagian ulama berpendapat tiga shalat ini sama saja–, shalat sunnah wudhu, shalat sunnah mutlak malam (tahajud), dan shalat sunnah mutlak siang,” (Syekh Sulaiman Al-Bujairimi, Hasyiyatul Bujairimi alal Khathib, [Beirut, Darul Fikr: tanpa tahun], juz II, halaman 77).

Syekh Abu Zakariya Al-Anshari dalam Asnal Mathalib fi Raudhatit Thalib menempatkan shalat sunnah dua rakaat tawaf sebagaimana shalat sunnah lainnya perihal bacaan.

Jika dilakukan pada siang hari, maka bacaan shalat sunnah tawaf dilafalkan dengan sir (perlahan). Sebaliknya, jika dilakukan pada malam hari, maka bacaan shalat sunnah tawaf dilafalkan secara jahar (lantang). Tetapi jika ada jamaah lain yang terganggu oleh bacaan jahar, maka bacaan shalat sunnah tawaf sebaiknya dilafalkan secara sir sebagaimana keterangan Syekh Abu Zakariya Al-Anshari dalam Asnal Mathalib.

Imam Al-Khatib As-Syarbini dalam Al-Iqna menyebutkan pelaksanaan shalat sunnah tawaf diutamakan di belakang Maqam Ibrahim. Jika tidak memungkinkan di belakang Maqam Ibrahim, shalat sunnah tawaf baiknya dikerjakan di Hijir Ismail.

Jika tidak memungkinkan di Hijir Ismail, shalat sunnah tawaf dapat dikerjakan di sisi mana saja Masjidil Haram. Tetapi jika tidak memungkinkan juga, shalat sunnah tawaf dapat dikerjakan di luar Masjidil Haram yang masih termasuk ke dalam tanah haram Makkah.

Semoga lafal niat shalat sunnah dua rakaat tawaf ini membantu jamaah haji dan umrah fokus dalam niat shalat di dalam hati. Wallahu a’lam. (Alhafiz K)

Sumber Web : https://islam.nu.or.id/post/read/108506/lafal-niat-shalat-sunnah-tawaf (Jumat 12 Juli 2019 08:00 WIB)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Takut Bid'ah Meninggalkan Sunnah

Takut Bid'ah Meninggalkan Sunnah Oleh: Hanif Luthfi Beberapa orang itu, karena takutnya terhadap bid'ah malah meninggalkan sunnah. Selepas shalat, ada beberapa jamaah yang langsung mundur, kadang langsung pulang. Khawatir bid'ah diajak salaman, bid'ah dzikir bersama. Kadang lupa, senyum kepada saudara muslimnya, itu juga sunnah. Takut bid'ah di kuburan, malah meninggalkan sunnah ziarah kubur. Takut bid'ah dalam berdoa, malah tak mengamini doa orang lain. Takut bid'ah shalawatan, lupa memperbanyak shalawat. Termasuk malam nishfu Sya'ban ini. Entah kalender antum malam nishfu Sya'bannya malam ini atau besok malam. Ada yang khawatir masuk bid'ah malam nishfu Sya'ban, tapi malah meninggalkan sunnah.  Malam nishfu Sya'ban dilalui biasa-biasa saja, karena khawatir bid'ah. Tapi, benarkah hadis-hadis tentang keutamaan malam Nishfu Sya'ban itu valid dan shahih? Bagaimana para ahli hadis menilai hadisnya? Bagaimana para ulama melalui malam ...

Beberapa Sunnah Ketika Makan Sahur

Beberapa Sunnah Ketika Makan Sahur Dalam melaksanakan ibadah puasa, disyariatkan untuk makan sahur. Berikut ini beberapa sunnah (tuntunan) Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam terkait makan sahur. Makan sahur hukumnya sunnah muakkadah Makan sahur tidaklah wajib dan bukan syarat sah puasa. Namun hendaknya orang yang berpuasa bersemangat untuk melakukannya karena para ulama mengatakan bahwa hukumnya sunnah muakkadah (sangat ditekankan). Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السُّحُورِ بَرَكَةً “Bersahurlah karena dalam makanan sahur terdapat keberkahan” (HR. Bukhari no. 1922 dan Muslim no. 1095). Ibnul Munzir rahimahullah mengatakan, وأجمَعُوا على أنَّ السُّحورَ مندوبٌ إليه “Ulama ijma’ (sepakat) bahwa sahur hukumnya dianjurkan” (Al-Ijma’, hal. 49). Dianggap sudah melakukan aktivitas makan sahur jika makan atau minum di waktu sahur, walaupun hanya sedikit. Dan di dalam makanan sahur itu terdapat keberkahan. Dari Abu Sa’i...

Inilah Sunnahku

“Inilah Sunnahku…” Sunnah Rasulullah Saw tidak terbatas pada satu dimensi saja. Ada sunnah beliau yang berkaitan dengan masalah akidah (dalam konteks inilah makna sunnah dalam pemakaian ulama salaf ; dalam bidang akidah). Ada sunnah beliau yang berkaitan dengan ibadah. Ada sunnah beliau yang berkaitan dengan adat kebiasaan.  Tapi ada yang menarik. Meskipun ada sunnah dalam akidah, ibadah, kebiasaan dan sebagainya, tapi tidak ada satu hadits pun dalam kutub sittah (sepanjang yang saya tahu) yang di dalamnya Rasulullah Saw menegaskan bahwa, “Inilah sunnahku…” (ada memang hadits dalam shahihain dengan redaksi: “Siapa yang tidak suka sunnahku maka ia bukan bagian dariku,” dan ini berkaitan dengan masalah menikah, puasa dan tidur di malam hari). Satu-satunya hadits dimana Nabi menegaskan bahwa “inilah sunnahku…” justeru tidak berkaitan dengan masalah akidah atau ibadah sama sekali, melainkan dalam masalah kesucian hati.  Perhatikan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dalam ...