Langsung ke konten utama

Lebih Baik Belajar atau Ibadah Sunnah?

Lebih Baik Belajar atau Ibadah Sunnah? - Kajian Sunnah Tarakan
Lebih Baik Belajar atau Ibadah Sunnah?

Menuntut ilmu adalah kemuliaan dan keutamaan. Apalagi ilmu yang bermanfaat bagi orang banyak. Demikian pula ibadah sunnah, semisal shalat, puasa, baca al-Qur’an, dan lain-lain.

Kalau bisa melakukan keduanya, rajin ibadah sunnah dan rajin belajar, tentu lebih baik. Tapi kalau tidak bisa, misalkan waktu yang tersedia tidak cukup, dan diharuskan untuk memilih mana yang harus didahulukan?

Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu’ menjelaskan persoalan ini secara rinci. Bahkan beliau membuat bab khusus tentang keutamaan menuntut ilmu daripada ibadah sunnah, semisal shalat dan puasa, dan ibadah individu lainnya. Ia membuat bab dengan judul:

فصل في ترجيع الاشتغال بالعلم على الصلاة والصيام وغيرهما من العبادات القاصرة على فاعلها

Artinya, “Sebuah pasal tentang keutamaan menuntut ilmu dari shalat dan puasa, serta ibadah qashirah (individual) lainnya.”

Dalam bagian ini, Imam An-Nawawi menukil banyak riwayat dari Khatib Al-Baghdadi terkait keutamaan menuntut ilmu dibanding ibadah sunnah, khususnya ibadah yang hanya bermanfaat bagi orang yang mengajarkannya saja. Di antara hadits yang menunjukkan keutamaan orang berilmu ketimbang ahli ibadah adalah:

فَقِيهٌ وَاحِدٌ أَشَدُّ عَلَى الشَّيْطَانِ مِنْ أَلْفِ عَابِدٍ

Artinya, “Satu orang faqih lebih ditakuti setan ketimbang seribu ahli ibadah,” (HR IbnuMajah).

Selain itu, ada banyak riwayat lain yang menunjukkan keutamaan orang berilmu. Misalnya, Rasul pernah mengatakan, “Majelis fikih lebih baik ketimbang ibadah enam puluh tahun”, “Orang berilmu lebih besar pahalanya ketimbang orang puasa dan berperang di jalan Allah”, dan masih banyak riwayat lain. Riwayat seperti ini banyak dikutip Khatib Al-Baghdadi dalam karyanya Al-Faqih wal Mutafaqqih.

Berdasarkan beberapa riwayat itu, Imam An-Nawawi menyimpulkan:

انهم متفقون على ان الاشتغال بالعلم أفضل من الاشتغال بنوافل الصوم والصلاة والتسبيح ونحو ذلك من نوافل عبادات البدن، ومن دلائله سوى ما سبق أن نفع العلم يعم صاحبه والمسلمين، والنوافل المذكورة مختصة به

Artinya, “Ulama salaf sepakat bahwa menuntut ilmu lebih utama ketimbang ibadah sunnah, semisal puasa, shalat, tasbih, dan ibadah sunnah lainnya. Di antara dalilnya adalah, selain yang disebutkan di atas, ilmu bermanfaat bagi banyak orang, baik pemiliknya maupun orang lain, sementara ibadah sunnah yang disebutkan (manfaatnya) khusus bagi orang yang mengerjakan saja.”

Dilihat dari manfaatnya, menuntut ilmu lebih utama ketimbang ibadah sunnah. Sebab itu, bagi orang yang dihadapkan pada situasi dilematis, antara mengerjakan ibadah sunnah atau belajar, merujuk pendapat Imam An-Nawawi di atas, belajar lebih diutamakan.

Meskipun demikian, pelajar atau santri yang mampu mengerjakan ibadah sunnah tentu lebih baik.

Kalau bisa kedua amalan baik ini dilakukan terus-menerus. Di samping rajin belajar, tapi juga rajin ibadah. Wallahu a‘lam. (Hengki Ferdiansyah)

Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/94003/lebih-baik-belajar-atau-ibadah-sunnah (Selasa 7 Agustus 2018 17:00 WIB)

kajian sunnah tarakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah Sunnahku

“Inilah Sunnahku…” Sunnah Rasulullah Saw tidak terbatas pada satu dimensi saja. Ada sunnah beliau yang berkaitan dengan masalah akidah (dalam konteks inilah makna sunnah dalam pemakaian ulama salaf ; dalam bidang akidah). Ada sunnah beliau yang berkaitan dengan ibadah. Ada sunnah beliau yang berkaitan dengan adat kebiasaan.  Tapi ada yang menarik. Meskipun ada sunnah dalam akidah, ibadah, kebiasaan dan sebagainya, tapi tidak ada satu hadits pun dalam kutub sittah (sepanjang yang saya tahu) yang di dalamnya Rasulullah Saw menegaskan bahwa, “Inilah sunnahku…” (ada memang hadits dalam shahihain dengan redaksi: “Siapa yang tidak suka sunnahku maka ia bukan bagian dariku,” dan ini berkaitan dengan masalah menikah, puasa dan tidur di malam hari). Satu-satunya hadits dimana Nabi menegaskan bahwa “inilah sunnahku…” justeru tidak berkaitan dengan masalah akidah atau ibadah sama sekali, melainkan dalam masalah kesucian hati.  Perhatikan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dalam ...

Mengapa Bukan Ulama Ahlussunnah Wal Jama'ah Yang Diundang?

Mengapa Bukan Ulama' Ahlussunnah Wal Jama'ah Yang Diundang? Viral berita Ustadz Khalid Basalamah (Salafi) diundang ngisi kajian di Markaz Kepolisian Perairan dan Udara. Dan banyak yang bertanya, mengapa tidak da'i-da'i NU atau Ahlussunnah lainnya?  Tentu kali ini saya tidak sedang mengkritisi akidah dan pemahaman Khalid Basalamah yang banyak bermasalah. Tapi lebih ingin menyorot mengapa bukan ulama' Ahlussunnah wal Jama'ah baik dari NU atau yang lain yang diundang kesana. Saya akan mencoba menganalisis dari sudut subyektivitas saya [Kalau salah jangan dimarahi 😃]: 1. Di tubuh Ahlussunnah, khususnya NU, mungkin lebih tampak [bagi sebagian anggota polri khususnya] nuansa politiknya daripada nuansa murni dakwahnya atau lebih terlihat kerap berkonflik dan berkonfrontasi dengan ormas atau aliran lain. Sementara kelompok Salafi seperti Khalid Basalamah lebih fokus membangun konten dan polesan-polesan dakwahnya serta tidak terlalu peduli kritik-kritik yang ditujukan k...

Sama-Sama Sunnah

SAMA-SAMA 'SUNNAH' @ajir_ubaidillah   Gamis memang istimewa, hingga NABI begitu menyukainya. Sayyidah Ummi Salamah Radhiallohu `anha mengatakan,  كَانَ أَحَبَّ الثِّيَابِ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقَمِيصُ  “Pakaian yang paling disukai oleh Nabi Shallallohu `alaihi wa sallam adalah Gamis”. (Hadits Riwayat At-Tirmidzi) Meski demikian Islam itu agama yang mudah, pemeluk nya tidak diwajibkan untuk mengenakan pakaian jenis atau model tertentu. Yang terpenting menutup aurat dan sopan itu poin nya. So yang mau pakai gamis yuk niat kan yang baik untuk mengikuti sunnah Nabi, tentu dengan diikuti perbuatan dan perkataan yang baik pula agar sunnah nya semakin sempurna.  Yang masih nyaman pakai sarung, celana dan sebagainya pun tak mengapa, asal tetap menutup aurat dan sopan, itu sama-sama 'sunnah'. 📸Kenangan saat Harmoni Ramadhan 2 Tahun lalu (pebelum pandemi) #sunnah #gamis #baju Sumber FB Ustadz : Ajir Ubaidillah 21 Mei 2021  Kajian Sunnah